Batu alam tidak hanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan bangunan/rumah, namun jenis batu alam yang dipilih secara tepat juga bisa meningkatkan nilai estetis pada bangunan tersebut. Batu alam merupakan suatu kumpulan agregat pada kerak bumi yang telah mengalami perkerasan secara alamiah (pembekuan, pelapukan, dan pengendapan) disertai adanya proses kimia sehingga membentuk batuan.
Penggunaan batu alam sebagai elemen dekoratif dapat menghadirkan nuansa yang sejuk dan membuat tampilan rumah terkesan alami. Karakter batu alam yang beragam dan unik baik dalam hal ukuran, warna, corak, dan tekstur menjadikannya mampu menghasilkan berbagai tampilan yang menarik secara visual. Selain sebagai material interior, batu alam cocok juga diaplikasikan pada eksterior rumah karena tahan terhadap cuaca maupun gesekan.
Batu alam dapat diaplikasikan sebagai lantai, dinding, ataupun elemen dekoratif pada kolam atau pagar rumah. Pola pemasangan batu alam cukup beragam, seperti susun sirih, maju mundur, maupun kotak – kotak bujur sangkar. Pemilihan pola ini tentu saja harus disesuaikan dengan karakter batu alam yang digunakan. Batu alam dapat diterapkan pada hampir semua jenis desain rumah. Pada rumah modern minimalis yang memiliki konsep “clean and simple” sekalipun tetap dapat memanfaatkan batu alam pada elemen interior maupun eksteriornya.

(pinterest.com)
Jika ingin menggunakan batu alam untuk mempercantik rumah dan menghadirkan kesan alami, simak beberapa rekomendasi jenis batu alam yang dapat kamu gunakan berikut ini.
Batu Andesit

(pinterest.com)
Batu andesit dikategorikan sebagai jenis batuan alam dengan karakter yang paling keras. Batu andesit memiliki pori-pori yang kecil. Warna batu ini hanya abu-abu dan hitam, akan tetapi motifnya cukup beragam. Beberapa motif batu andesit yang populer antara lain model alur, model bakar, dan model abstrak.
Umumnya batu andesit diaplikasikan sebagai material dinding maupun pagar rumah. Batu andesit cocok digunakan di area luar ruangan yang sering terkena paparan sinar matahari dan air hujan karena sangat tahan terhadap cuaca, jamur, dan lumut. Dengan demikian, batu andesit tidak perlu terlalu sering memberikan lapisan khusus pencegah lumut dan jamur. Tidak heran jika batu andesit ini telah populer dan banyak dipilih sebagai material untuk rumah sejak dulu.
Batu Sabak

(diychatroom.com)
Batu sabak biasa juga disebut batu “slate”. Batu sabak yang berkualitas baik dapat dipotong tipis-tipis, mempunyai kelembaban minimal, dan tahan terhadap cuaca dingin. Batu sabak sering dimanfaatkan sebagai material atap rumah, pagar, hingga interior lantai karena tampilannya yang menarik dan memiliki daya tahan yang cukup baik. Kebanyakan batu sabak berwarna abu-abu muda hingga abu-abu tua. Beberapa juga berwarna hijau, merah, hitam, ungu, dan coklat. Warna batu sabak umumnya ditentukan oleh jumlah dan jenis zat besi serta bahan organik di dalam batu tersebut.
Batu Granit

(pinterest.com)
Jenis batu alam lainnya yang populer di kalangan masyarakat yakni batu granit. Penggunaan batu granit sebagai material lantai maupun dinding akan menciptakan kesan alami dan fresh pada interior rumah. Batu granit dapat diaplikasikan pada ruang keluarga, dapur, ataupun kamar mandi. Material batu alam ini dapat dikombinasikan dengan aneka furnitur berbahan kayu yang kuat misalnya kabinet dan rak gantung.
Batu Palimanan

(homelie.ru)
Batu palimanan merupakan batu alam yang berasal dari Cirebon. Jenis batu alam ini juga cukup populer sebagai material dinding batu alam. Batu palimanan cocok ditempatkan di bagian rumah mana saja, baik di dalam maupun luar ruangan yang rentan terkena sinar matahari dan hujan. Batu palimanan harus segera diberi zat pelapis khusus setelah proses pemasangan selesai karena memiliki pori-pori yang besar. Tujuannya untuk menghambat pertumbuhan lumut dan jamur. Pada penggunaan jangka panjang, jangan lupa untuk melapisi ulang ketika zat pelapisnya sudah mulai menghilang. Harga batu palimanan cukup terjangkau dibandingkan dengan harga batu alam lainnya.
Batu Paras Jogja

(pinterest.com)
Batu paras Jogja yang biasanya digunakan sebagai dinding. Tipe batu alam ini terdiri dari dua macam yakni batu paras Jogja krem dan batu paras Jogja putih. Dari sisi harga, batu paras Jogja yang berwarna putih biasanya lebih mahal karena tampilannya lebih mempesona. Batu paras Jogja cocok digunakan sebagai bahan keramik batu alam pada bagian interior rumah karena teksturnya lembut sehingga rumah akan terlihat lebih sejuk dan elegan.
Batu Templek

(pinterest.com)
Batu templek terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari daerah pembuatannya. Jenis batu templek yang beredar di pasaran antara lain batu templek Purwakarta, batu templek Garut, dan batu templek Salagedang. Secara umum tidak ada perbedaan kualitas dari berbaga jenis batu templek tersebut, hanya berbeda bentuk atau pola saja. Umumnya batu templek ini digunakan sebagai elemen dekoratif dinding rumah.
Bentuk batu templek cukup beragam, ada yang bentuknya acak dan ada yang bentuknya persegi. Biasanya batu templek persegi harganya akan lebih tinggi karena mudah dalam proses pemasangannya. Meskipun demikian, batu tenmplek berbentuk acak pun tidak kalah menarik karena akan membuat dinding batu alam terlihat lebih natural.
Batu Marmer

(lifetimedesign.co)
Batu marmer banyak digunakan sebagai elemen dekoratif rumah, terutama pada area lantai, dinding, atau permukaan meja. Keunggulan dari batu marmer ini adalah rumah menjadi terlihat lebih mewah dan elegan. Pilihan warna marmer pun cukup beragam sehingga bisa disesuaikan dengan keinginan. Jika ingin menggunakan batu marmer, pastikan hanya digunakan untuk interior saja karena marmer mudah rapuh saat terkena panas dan hujan.